Tentang penyakit gastroduodenal crohn

Penyakit Crohn adalah kondisi autoimun. Ini berarti bahwa hal itu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara tidak sengaja menyerang sel-sel dari sistem pencernaan, yang menyebabkan radang kronis yang menyebabkan kerusakan pada jaringan di sistem pencernaan. Penyakit Crohn dapat mempengaruhi bagian saluran pencernaan manapun.

Identifikasi

Penyakit Gastroduodenal Crohn menggambarkan bentuk penyakit Crohn dimana perut dan bagian atas usus kecil (juga dikenal sebagai duodenum) terpengaruh. Sebagai artikel tahun 2003 di Baylor University Medical Center Proceedings (“Penyakit Gastroduodenal Crohn”) menyatakan, bentuk Crohn ini hanya mempengaruhi antara 0,5 dan 4 persen dari semua pasien Crohn, yang memiliki keterlibatan perut dan duodenum mereka.

Gejala

Penderita penyakit Crohen Croenz seringkali tidak memiliki gejala dalam jangka waktu yang lama. Bila gejala dicatat, menurut Crohn’s dan Colitis Foundation of America, pasien mungkin mengalami penurunan berat badan, mual dan kehilangan nafsu makan. Terkadang pasien mengalami muntah, yang merupakan pertanda bahwa bagian-bagian sistem pencernaan telah tersumbat.

Komplikasi

Penderita penyakit Crohn yang mempengaruhi perut dan usus halus bisa mengalami pendarahan, yang bisa menyebabkan anemia. Crohn’s juga dapat menyebabkan bisul terbentuk di perut atau usus halus, yang dapat menyebabkan misdiagnosis penyakit ulkus peptik. Seperti yang dikatakan oleh Crohn’s dan Colitis Foundation of American, terkadang ulkus ini dapat menyebabkan terowongan di antara bagian usus yang berbeda (disebut fistula) terbentuk. Fistula ini bisa menjadi terinfeksi. Akhirnya, banyak pasien menderita gizi buruk akibat kurangnya nafsu makan.

Diagnosa

Diagnosis penyakit gastro-Crooden gastroduodenal biasanya membutuhkan endoskopi. Endoskopi menggunakan kamera fleksibel kecil, yang melewati mulut, turun esofagus, dan masuk ke dalam perut dan usus halus. Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam saluran pencernaan. Artikel dari Baylor University mencatat bahwa pasien dengan penyakit Croodnodenal Crohn mungkin memiliki nodul kecil dan luka kecil di bagian bawah perut dan duodenum.

Pengobatan

Penyakit Crohn adalah masalah dengan sistem kekebalan tubuh, yang berarti bahwa beberapa pengobatan utama adalah pengobatan imunosupresan. Menurut sebuah artikel tahun 2005 di jurnal “Digestion,” yang berjudul “Pengobatan Penyakit Croodnodenal Crohn,” kortikosteroid, azatioprin dan infliximab semuanya dapat digunakan untuk meringankan gejala penyakit ini. Pasien dengan penyumbatan usus mungkin memerlukan perawatan bedah untuk membantu menghilangkan jaringan bengkak yang menyebabkan penyumbatan.