Kemoterapi pembatasan diet

Kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker dengan menghancurkan sel kanker, namun bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh Anda pada saat bersamaan. Diet neutropenik dapat direkomendasikan untuk membantu mencegah infeksi, namun penelitian yang dipublikasikan di “Cancer Nursing” pada tahun 2013 tidak menemukan pengurangan infeksi dengan diet ini. American Cancer Society merekomendasikan diet seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, air, vitamin dan mineral. Diet juga bisa membantu meringankan beberapa efek samping yang tidak menyenangkan dari kemoterapi.

Diet Neutropenik

Biasanya sistem kekebalan tubuh Anda mampu melawan bakteri yang ditemukan pada makanan. Kemoterapi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, yang dapat menyebabkan infeksi berbahaya. Diet neutropenik menghindari makanan yang mengandung bakteri berbahaya. Makanan yang dihindari meliputi buah dan sayuran mentah atau mentah, daging langka, ikan, telur, kacang mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, yogurt, teh seduh dan teh dingin. Salad bar, seperti yang ditemukan di restoran, juga tidak termasuk dalam diet neutropenik. Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Cancer Nursing” mengulas manfaat diet neutropenik. Periset memilih peserta yang menerima kemoterapi dan telah melemahkan sistem kekebalan tubuh. Orang-orang ini mengikuti diet normal mereka atau diet neutropenik. Periset tidak menemukan perbedaan jumlah infeksi antara kedua kelompok tersebut.

Rekomendasi Diet Selama Kemoterapi

The American Cancer Society merekomendasikan untuk memakan sumber protein, lemak, karbohidrat, air, vitamin dan mineral yang baik. Makanan ini memberi nutrisi pada tubuh Anda untuk melawan kanker. Makanan yang disarankan meliputi ikan, unggas, telur, susu, minyak zaitun, biji rami dan banyak buah dan sayuran, serta biji-bijian termasuk quinoa, beras merah, roti dan sereal. Penting juga diingat untuk menangani makanan dengan aman. Mencuci tangan dengan air hangat bersabun selama 30 detik sangat penting untuk mencegah penyakit bawaan makanan. Gunakan pisau dan talenan terpisah untuk makanan mentah dan yang dimasak. Daging sapi, daging babi, sapi dan domba harus dimasak sampai 145 derajat Fahrenheit, sedangkan daging tanah harus dimasak sampai 160 derajat Fahrenheit. Unggas harus dimasak sampai 165 derajat Fahrenheit.

Diare dan Sembelit

Diare dan konstipasi adalah dua efek samping yang tidak menyenangkan dari kemoterapi yang dapat membantu pengelolaan diet. Jika Anda menderita diare berat, Anda mungkin memerlukan pengobatan, tapi makanan seperti nasi putih, saus apel, roti gandum dan roti putih juga bisa membantu. Makanan asin, seperti biskuit dan pretzel dapat membantu mengganti elektrolit yang hilang seperti sodium. Minum jus buah seperti aprikot, peach dan pear nectars dapat membantu. Ingatlah untuk minum banyak cairan juga. Jika Anda mengalami konstipasi, makan makanan yang mengandung serat, seperti oatmeal, saus apel, biji-bijian utuh, quinoa dan nasi, bisa membantu.

Mual, Mulut Kering dan Nafsu Makan Miskin

Anda bisa melawan mual dengan makan kecil, sering makan dan memilih makanan hambar dan tidak berbau. Beberapa ide termasuk sup ayam, telur orak-arik dan roti panggang. Makanan dengan jahe juga bisa membantu mual. Jika Anda menderita mulut kering, smoothie, sup hangat, yoghurt atau kentang tumbuk dapat membantu. Tambahkan susu, kaldu, saus atau saus ke makanan. Ide lainnya adalah membekukan anggur, blewah, peach atau semangka untuk dimakan. Mereka yang menjalani kemoterapi mungkin juga mengalami kekurangan nafsu makan, jadi cobalah memilih makanan kesukaan Anda. Minum smoothie yang padat kalori bisa jadi pilihan yang lebih baik daripada minum air putih atau kopi, yang mengandung sedikit kalori.