Adakah makanan yang bisa saya makan yang akan membantu mengatasi masalah ereksi?

Masalah ereksi, yang biasa disebut disfungsi ereksi atau DE, seringkali merupakan gejala masalah yang lebih besar berkaitan dengan kesehatan arteri. Untuk mengatasi disfungsi ereksi, pendekatan multifaset harus dipekerjakan, terutama berfokus pada diet dan olahraga. Mengobati dan membalikkan disfungsi ereksi dapat dilakukan secara sederhana dengan memilih makanan utuh yang kaya serat dan nutrisi.

Disfungsi Ereksi – Peringatan Dini

Menurut penulis dan dokter Michael Greger, disfungsi ereksi bisa menjadi gejala pertama dari masalah yang jauh lebih besar – aterosklerosis. Aterosklerosis didefinisikan sebagai pengerasan arteri, karena penumpukan plak arteri. Kondisi ini bisa membatasi jumlah aliran darah ke jantung dan otak, yang bisa mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Karena arteri yang mengantarkan darah ke penis hanya separuh dari ukuran arteri koroner di jantung, bagaimanapun, disfungsi ereksi bisa menjadi salah satu tanda pertama aterosklerosis.

Diet dan ED

Diet adalah kunci untuk mencegah dan membalikkan aterosklerosis, dan karena itu memainkan peran penting dalam mengobati disfungsi ereksi. Institusi medis, termasuk University of Maryland Medical Center dan Cleveland Clinic, mencatat bahwa makanan yang kaya buah dan sayuran segar dan biji-bijian dan lemak natrium dan jenuh rendah dapat memberi manfaat bagi pria dengan disfungsi ereksi. Jenis diet sehat jantung ini bisa mengurangi kolesterol dan membantu menjaga berat badan yang sehat – dua faktor penting dalam mengurangi risiko DE. Klinik Cleveland mencatat bahwa disfungsi ereksi lebih sering menyerang pria dengan kelebihan berat badan.

Makanan Sehat Jantung untuk Mengobati DE

Diet sehat jantung terdiri dari makanan berserat tinggi, termasuk biji-bijian, kacang polong, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran; lemak omega-3 sehat dari ikan berlemak, seperti salmon, trout dan mackerel; dan lemak omega-6, yang ditemukan Di minyak bunga matahari, kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian. Hal ini juga penting untuk membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol – seperti produk susu whole-fat, kuning telur dan daging merah – dan mengganti makanan olahan, yang sering mengandung lemak trans, dengan lemak tak jenuh dari sumber tanaman dan ikan. Akhirnya, batasi asupan natrium Anda hingga kurang dari 1.500 miligram per hari, dan hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi.

Tips untuk Mengembalikan ED

Pentingnya olahraga tidak bisa diabaikan dalam perang melawan disfungsi ereksi. Menurut Harvard Medical School, berjalan 30 menit per hari bisa mengurangi risiko ED sebesar 41 persen. Sekolah tersebut juga mencatat bahwa pria dengan pinggang 42 inci memiliki kemungkinan 50 persen lebih mungkin memiliki ED dibandingkan pria dengan pinggang 32 inci – karena obesitas sangat terkait dengan ED. Batasi konsumsi alkohol Anda hingga maksimal dua minuman per hari dan berhenti merokok, karena penting untuk mengendalikan ED, catat University of Maryland Medical Center. Akhirnya, beberapa obat tertentu dapat menyebabkan DE, walaupun penting untuk terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda sebelum mengganti atau menghentikan pengobatan yang diresepkan.